KAHMI Medan Tolak Kehadiran Presiden Jokowi di Munas

khusus iklan
KAHMI Medan Tolak Kehadiran Presiden Jokowi di MunasSEWORD SPECIAL WORD, JAKARTA - Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Majelis Daerah (MD) Medan menolak kehadiran Presiden Jokowi dalam pemilihan Presidium Majelis Nasional (MN) Musyawarah Nasional (Munas) ke-10 KAHMI yang akan digelar di Hotel Santika, Medan, pada 17 November 2017 mendatang.

“Keinginan Jokowi untuk menghadiri Munas terindikasi adanya intervensi dari pemerintah terhadap jalannya Munas dalam hal pemilihan Presidium MN KAHMI periode 2017 – 2022,” kata Ketua KAHMI Medan Ahsanul Fuad lewat pesan singkatnya kepada SERUJI, Rabu (15/11).

Lebih lanjut Ahsanul Fuad mengungkapkan alasan penolakannya karena didasarkan pada track record presiden yang enggan menggunakan kekuasaannya saat Aksi 212 (Bela Islam).

Dia mengingatkan, KAHMI tidak boleh menjadi bagian orang yang menistakan agama.

“Jika Jokowi mau menggunakan kekuasaannya saat itu, maka aksi lanjutan tentu tidak ada. Dan dia kami nilai sebagai pengkhianat perjuangan umat dan semangat Aksi 212,” ucapnya.

“Ada kawan-kawan yang ikut masuk dalam melancarkan dia (Jokowi, red) masuk dalam Munas KAHMI. Ini sangat saya sayangkan,” ungkapnya.

Dia melihat indikasi bahwa Munas akan dijadikan sebagai ajang politik bagi sebagian warga KAHMI yang saat ini berdekatan dengan penguasa.

“KAHMI Medan sangat prihatin terhadap fenomena ini,” tuturnya.

Karenanya, dia meminta agar KAHMI jangan terjebak kepentingan pragmatis politik.

“KAHMI harus berada di tengah tengah umat dan untuk umat,” tegasnya.

Dia mengibaratkan KAHMI merupakan skrup kecil dari turbin raksasa bernama Indonesia. Jika skrupnya longgar bukan tidak mungkin turbin akan mati, tidak bergerak sampai akhirnya jadi besi tua yang bisa “dilego” hanya kepada tukang butut.

“Untuk itu, kita mengajak seluruh majelis daerah dan majelis wilayah untuk bergabung dalam poros umat 212. Melalui poros ini, energi dan semangat 212 harus masuk. Kesadaran akan perlunya pembelaan terhadap umat Islam dan ulama harus menjadi perhatian dalam Munas nanti,” pungkasnya. [sci]

SUMBER BERITA DARI GELORA.CO
Loading...
Share on Google Plus

0 komentar: